Jakarta – Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dan mantan pelatih tim nasional putra Korea Selatan dicecar dalam sidang parlemen pada Kamis (30/7/2026).
Para anggota parlemen meminta penjelasan mereka atas berbagai persoalan yang melanda sepak bola nasional.
Chung Mong-gyu, yang baru-baru ini mundur dari jabatan Presiden KFA, dan Hong Myung-bo, yang meletakkan jabatan sebagai pelatih Korea Selatan setelah timnya tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026, termasuk di antara para saksi yang dipanggil oleh Komite Olahraga Majelis Nasional.
Komite yang dipimpin Lee Jae-jung, anggota parlemen dari Partai Demokrat (DP) yang berkuasa, menggelar sidang tersebut untuk meminta keterangan dari Chung, Hong, dan sejumlah pihak lain terkait pengelolaan KFA yang dinilai tidak transparan serta penyebab Korea Selatan tersingkir pada fase grup Piala Dunia.
Korea Selatan hanya mencatat satu kemenangan dan dua kekalahan di Grup A sehingga gagal melaju ke babak 32 besar.
“Sepak bola sejak lama telah memberikan begitu banyak kegembiraan dan kebanggaan kepada masyarakat kita. Bagi kita, sepak bola bukan sekadar olahraga,” kata Lee Jae-jung seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.
“Belakangan ini, muncul berbagai dugaan terkait proses pemilihan pelatih dan transparansi di KFA. Masyarakat juga masih mengkhawatirkan cara KFA dikelola secara keseluruhan.”
“Kami tidak berada di sini hanya untuk memperdebatkan mengapa tim nasional bermain begitu buruk. Sidang ini akan mengusut berbagai dugaan yang diarahkan kepada KFA sekaligus mencari jalan agar organisasi tersebut dapat dikelola dengan lebih baik. Kami juga akan meninjau tata kelola sepak bola secara keseluruhan.”
Chung, yang mengundurkan diri pada awal Juli setelah memimpin KFA selama 13 tahun, meminta maaf atas hasil buruk Korea Selatan di Piala Dunia.
“Selama berada di KFA, saya telah berusaha sebaik mungkin untuk mendorong perkembangan sepak bola Korea. Saya meminta maaf atas serangkaian persoalan yang menimbulkan kontroversi dan atas hasil yang tidak memuaskan di Piala Dunia,” tutur Chung, yang menjabat pula sebagai Ketua HDC Hyundai Development Co., salah satu perusahaan konstruksi besar di Korea Selatan.
“Mulai sekarang, saya akan berfokus mengelola perusahaan dan berusaha memberikan kontribusi kepada masyarakat.”







